PERISTIWA

Dua Korban Jembatan Ambruk di Tanjab Barat Masih Dicari Tim SAR Gabungan

Foto RUSDI ANSYAH Pewarta | RUSDI ANSYAH • 22 May 2026
Dua Korban Jembatan Ambruk di Tanjab Barat Masih Dicari Tim SAR Gabungan

Tanjung Jabung Barat, (NN).- Memasuki hari ketiga, upaya pencarian dua korban hilang akibat runtuhnya jembatan penyeberangan di Dusun Sungai Limau, Desa Sungai Landak, Kecamatan Senyerang, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, terus dilakukan secara intensif oleh tim SAR gabungan.

Kapolres Tanjung Jabung Barat, AKBP Maulia Kuswicaksono, didampingi Wakapolres Kompol Andi Musahar, meninjau langsung pelaksanaan operasi pencarian pada Jumat (22/5/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.

Peninjauan tersebut dilakukan guna memastikan efektivitas proses pencarian terhadap dua korban yang hingga kini belum ditemukan pasca ambruknya jembatan yang direncanakan sebagai akses kendaraan roda empat (R4).

Peristiwa ambruknya jembatan terjadi di Sungai Limau RT 05 Dusun Karya Baru, Desa Sungai Landak, Kecamatan Senyerang.

Dua korban yang masih dalam pencarian masing-masing bernama Iyan (35) dan Nur Antoni alias Toni (42), keduanya merupakan warga Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kabag Ops Polres Tanjab Barat AKP Hermanto, Kasat Reskrim AKP Ayub Peter Bernardus, Kasat Samapta AKP Binsar H. Tamba, Kasat Intelkam Iptu Prayitno, serta perwakilan Basarnas, BPBD, pemerintah kecamatan, dan perangkat desa setempat.

Melalui Kasi Humas Polres Tanjab Barat, Ipda Ucen, disampaikan bahwa pencarian dilakukan dengan metode penyisiran di sepanjang aliran Sungai Pengabuan melalui dua rute utama.

Rute pertama mengarah ke hilir menuju Desa Parit Bilal hingga Desa Parit Pudin. Sementara rute kedua menyusuri arah hulu menuju wilayah Parit 10 Desa Pasar Senin hingga Kelurahan Senyerang.

Tim gabungan yang terlibat dalam operasi pencarian terdiri dari personel Polsek Pengabuan, Basarnas, Polairud Polres Tanjab Barat, BPBD, serta masyarakat setempat.

Dalam operasi tersebut, tim menggunakan satu unit perahu karet milik Basarnas, satu unit kapal Polairud, serta sekitar 10 unit perahu pompong milik warga.

Pencarian telah berlangsung sejak Rabu (20/5/2026). Hingga saat ini kedua korban belum ditemukan dan tim SAR gabungan bersama masyarakat masih terus berupaya maksimal melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai.

Pihak kepolisian memastikan perkembangan situasi akan terus diperbarui seiring berlangsungnya operasi pencarian. ***

Bagikan Berita Ini: