BANDUNG

Kades Tegalluar Sebut 6,5 Hektare Lahan Sudah Disiapkan untuk Kolam Retensi

Foto PATAR PANJAITAN Pewarta | PATAR PANJAITAN • 24 May 2026
Kades Tegalluar Sebut 6,5 Hektare Lahan Sudah Disiapkan untuk Kolam Retensi

KAB. BANDUNG, (NN).— Pemerintah Kabupaten Bandung telah menyiapkan lahan seluas 6,5 hektare di Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang, untuk pembangunan infrastruktur pengendali banjir berupa kolam retensi. Pemerintah juga telah melakukan pengecekan lokasi dan pemetaan lahan sesuai site plan pembangunan.

Kepala Desa Tegalluar, Galih Hendrawan, mengatakan pembangunan kolam retensi akan dilakukan secara bertahap. Dari total kebutuhan lahan seluas 13 hektare, saat ini baru 6,5 hektare yang telah disiapkan.

“Total kolam retensi di Tegalluar mencapai 13 hektare. Lahan yang sudah disiapkan baru 6,5 hektare. Tampaknya pembangunan akan dilakukan secara bertahap,” ujar Galih.

Galih juga mengungkapkan, belum seluruh perusahaan di wilayah Tegalluar menjalankan amanat Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2024 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Bandung. Dalam perda tersebut, perusahaan diwajibkan menyediakan area resapan atau penampungan air minimal 10 persen dari total luas lahan yang digunakan, serta memperoleh izin dari Pemkab Bandung.

Terkait tindak lanjut terhadap perusahaan yang belum mematuhi aturan tersebut, Galih menyebut hal itu menjadi kewenangan organisasi perangkat daerah (OPD), seperti Satpol PP sebagai penegak perda dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

“Saat ini kami belum mengetahui perusahaan mana saja yang belum melaksanakan amanat perda RTRW tersebut,” katanya.

Sebelumnya, Bupati Bandung Dadang Supriatna meninjau sejumlah titik yang direncanakan menjadi lokasi pembangunan infrastruktur pengendali banjir di Desa Tegalluar. Peninjauan itu dilakukan setelah Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyetujui usulan penanganan banjir di sejumlah titik di Kabupaten Bandung, termasuk Tegalluar.

Dadang mengatakan, pembangunan danau atau kolam retensi menjadi langkah penting dalam upaya penanggulangan banjir. Menurutnya, pengerjaan kolam retensi di Tegalluar direncanakan mulai berjalan pada 2026.

“Pak Menteri PU sudah menyetujui dan siap menganggarkan pembangunan danau, salah satunya di Desa Tegalluar,” ujar Dadang.

Selain pembangunan kolam retensi, terdapat rencana lain untuk penanganan banjir di kawasan tersebut. Pemerintah Provinsi Jawa Barat disebut akan meninggikan jalan provinsi di wilayah Tegalluar.

Dadang menyebut informasi itu diperoleh setelah berkoordinasi dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

“Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Jawa Barat akan meninggikan jalan provinsi sepanjang sekitar satu kilometer di Tegalluar tahun ini, insyaallah,” katanya.

Sementara itu, Pusat Sumber Daya Komunitas DAS Citarum (PSDK DAS Citarum) menggelar kampanye evaluasi terhadap Perpres Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum serta Pergub Jawa Barat Nomor 37 Tahun 2021 tentang Rencana Aksi PPK DAS Citarum 2021–2025.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Oxbow Bojongsoang, Jalan Terusan Bojongsoang, Baleendah, Kabupaten Bandung, pada Jumat (22/5/2026). ***

Bagikan Berita Ini: