KAB. GARUT – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, memimpin sosialisasi kegiatan Irigasi Perpompaan dan Operasi Pemeliharaan Jaringan Irigasi Tersier Tahun Anggaran 2026 di Aula Dinas Pertanian Kabupaten Garut, baru-baru ini.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Abdusy Syakur Amin menegaskan bahwa sektor pertanian menjadi tulang punggung perekonomian daerah. Ia menyebut kontribusi sektor pertanian terhadap perekonomian Kabupaten Garut mencapai 2,13 persen, seiring mayoritas masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor agraris.
“Artinya, peranan sektor pertanian semakin penting dalam kehidupan masyarakat Kabupaten Garut. Ini sejalan dengan arahan Presiden RI, Prabowo Subianto, yang menginginkan ketahanan pangan nasional melalui swasembada pangan,” ujar Bupati.
Sebagai bentuk dukungan terhadap petani, Pemerintah Kabupaten Garut menghadirkan kebijakan pupuk murah guna menekan biaya produksi, sekaligus menyediakan program asuransi pertanian untuk mengantisipasi gagal panen akibat dampak El Nino dan keterbatasan sumber air.
“Kita harus senantiasa menyiapkan alat-alat yang dibutuhkan untuk menjaga ketersediaan air. Saya ingin irigasi dan pompa air dimanfaatkan semaksimal mungkin agar produktivitas pertanian semakin baik,” tegasnya.
Bupati juga mengingatkan kelompok tani agar menjaga bantuan yang diberikan pemerintah pusat maupun daerah dengan baik.
“Tolong jaga kepercayaan dan amanah yang diberikan Kementerian Pertanian RI. Pompa air dijaga jangan sampai rusak, apalagi hilang. Ini merupakan komitmen pemerintah pusat dan daerah untuk mensejahterakan petani,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Ardhy Firdian, memaparkan sejumlah bantuan yang akan disalurkan pada tahun 2026, di antaranya:
- Irigasi perpompaan sebanyak 200 unit senilai Rp155,7 juta per unit, dengan 54 kelompok tani siap diberkaskan.
- Pemeliharaan jaringan irigasi tersier sebanyak 212 unit senilai Rp100 juta per unit, dengan 10 kelompok tani siap menandatangani kontrak.
- Optimalisasi lahan seluas 717 hektare dengan alokasi Rp4,4 juta per hektare untuk pembangunan hubung dan dapan.
- Program cetak sawah seluas 100 hektare, dengan 20 hektare telah terverifikasi.
Untuk memastikan transparansi dan ketepatan sasaran, Dinas Pertanian Garut juga menjalin kerja sama dengan unsur Forkopimda. Sejak 2024, seluruh tahapan mulai dari perencanaan, sosialisasi, pelaksanaan hingga evaluasi bantuan mendapat pendampingan dari Kejari Garut, Polres Garut, dan Kodim 0611/Garut.
“Pendampingan ini bertujuan agar seluruh bantuan fisik maupun anggaran dapat dikelola secara akuntabel dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan petani di Kabupaten Garut,” pungkasnya. ***